Langsung ke konten utama

Penyakit Pada Hamster

Pada dasarnya, hamster merupakan Hewan Peliharaan yg memiliki daya tahan tubuh yg kuat. namun, ada beberapa penyakit yg mungkin dapat menyerangnya ketika daya tahan tahan tubuh hamster lemah. Namun sangatlah sulit untuk menditeksinya karena tubuhnya kecil, kesulitan lainnya adalah apabila penyakitnya tidak bisa diobati biasanya hamster akan cepat menemui ajalnya dalam jangka waktu 1-7 hari.

Berikut Ciri – ciri antra hamster yang sehat dengan hamster yang sedang terserang penyakit : 

Hamster yang sehat memilik ciri sebagai berikut :
- Mata mereka akan bersih, cerah, awas,
- Memiliki bulu yang mengkilap, dan
- Telinga yang tegak, meskipun hamster baru saja bangun dari tidurnya, sebentar saja      telinganya akan berdiri tegak dengan baik.

Sedangkan hamster yang sakit memiliki ciri sebagai berikut :
- Diam saja di sarangnya meskipun ada beberapa kejadian menarik di luar.
- Waktu dia keluar, matanya mungkin setengah tertutup dan telinganya tetap turun dan rata
dengan kepalanya.
Berikut ini beberapa penyakit umum yg menyerang hamster :
SALESMA
Salesma atau pilek pada hamster biasa disebabkan oleh udara panas atau penurunan suhu secara drastis. Suhu yg ideal untuk hamster antara 18-22 derjat celcius selain itu, selesma juga dapat ditularkan dari manusia. Gejala salesma dimulai dari hamster yg sering bersin dan kluar cairan dari mata dan hidung. Lalu hamster terlihat lesu, matanya setengah menutup dan slalu terlihat bergelung (tidur) disalah satu sudut kandang. Ada kalanya tubuh hamster akan terasa dingin jika disentuh.

DIARE
Terjadinya diare dapat disebebkan konsumsi sayuran dan buah2an yg berlebihan dan terus menerus, perubahan jenis makanan secara mendadak, kandang kotor yg tidak dibersihkan, atau adanya bakteri. Ketika menderita diare, bagian ekor hamster terlihat slalu basah,terutama di sekitar anus dan ekornya. Karena hamster sering buang air maka kandang akan berbau tidak enak serta terlihat kotor dan basah. biasanya, bau kandang hamster yg sehat tidak menyengat dan kering.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelinci Flemish Giant

Jika pada posting sebelumnya membahasan Kelinci Ras Giant yang menggemaskan secara sekias, maka pada kali ini saya akan membahasa lebih jauh tentang Kelinci Ras Giant yaitu Flemish Giant, berikut ini pembasannya; Tentang Kelinci Flemish Giant. Kelinci flemish giant Hewan Peliharaan dengan bentuk punggung seperti “mandolin” , mulai dari punggung sampai pangkal ekor. Kelinci flemish giant salah satu jenis kelinci besar yang diakui ARBA. Bobot minimal untuk kelinci dewasa  usia lebih dari 8 bulanan sekitar 14 lb. Tubuh flemish giant panjang dan kuat dengan perkembangan otot yang kuat dimana bagian belakang harus lebar dan besar. Bulu kelinci flemish giant mengkilap, padat dan cerah. Jika bulunya dielus dengan arah terbalik yakni dari belakang kedepan maka akan posisi bulu akan kembali. Kelinci flemish giant memiliki tujuh warna yang diakui ARBA yaitu hitam, biru, cokelat, abu-abu terang, warna pasir, warna besi baja abu-abu dan putih. Warna yang populer adalah abu- abu pasir. Asal M...

Burung Jalak Bali

Jalak Bali yang bernama asli Curik Bali Sepintas penampilannya burung ini mirip dengan burung Jalak Putih dan burung Jalak Suren, Burung Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Mata burung Jalak Bali berwarna coklat tua, daerah sekitar kelopak mata tidak berbulu dengan warna biru tua, Burung Jalak Bali mempunyai jambul yang indah, baik pada jenis kelamin jantan maupun pada betina, Jalak Bali mempunyai kaki berwarna abu-abu biru dengan 4 jari jemari (1 ke belakang dan 3 ke depan), Paruh runcing dengan panjang 2 - 5 cm, dengan bentuk yang khas dimana pada bagian atasnya terdapat peninggian yang memipih tegak. Warna paruh abu-abu kehitaman dengan ujung berwarna kuning kecoklat-coklatan. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dengan nama lokal Curik Putih, merupakan  salah satu satwa yang terancam punah  dan endemik yang ada di Indonesia tepatnya di pulau Bali, dengan seb...

Sistem Pencernaan Marmut

Hewan Peliharaan marmut tergolong hewan herbivora (pemakan rumput) jelas memiliki perbedaan yang signifikan dengan sistem pencernaan hewan karnivora atau pun omnivora. Secara biologis hewan-hewan yang tergolong herbivora seperti kerbau, sapi, domba (kecuali marmut) digolongkan sebagai hewan ruminansia (memamahbiak). Marmut memiliki sistem pencernaan yang lebih panjang dan kompleks dibandingkan dengan hewan lainnya. Biasanya makanan hewan herbivora banyak yang mengandung selulosa yang bisa menyebabkan makanan tersebut sulit untuk dicerna oleh sistem pencernaan hewan lain, karena itu Sistem Pencernaan Marmut pun berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain. Salah satunya yakni terdapat pada gigi hewan ruminansia yang memiliki geraham belakang atau molar yang mempunyai ukuran besar yang berfungsi untuk mengunyah rerumputan sebagai makanan utama yang sulit dicerna atau makanan lainnya. Sistem Pencernaan Marmut Marmut memiliki perbedaan dengan sistem pencernaan hewan lainnya yang ditandak...