Langsung ke konten utama

Anak Kucing Suka Bermain


Ingin tahu kenapa Anak Kucing Suka Bermain? Pada postingan kali ini saya anak membahas sedikit tentang tingkalaku Hewan Peliharaan kesayangan, yaitu kucing, Banyak diantara ahli meyakini bahwa anak-anak binatang bermain dengan tujuan untuk meningkatkan koordinasi di antara mereka dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi kehidupan dewasa kelak. Misalnya, anak singa akan mengejar ekor mereka atau objek lainnya untuk melatih kemampuan berburu mereka.

Tetapi, apabila Anda mengamati anak kucing bermain sembari Anda juga ikut bermain bersama mereka maka Anda akan mengetahui bahwa anak kucing bermain karena mereka gemar bersuka ria. Kucing adalah salah satu Hewan Peliharaan yang paling periang di muka bumi dan tampaknya kemampuan mereka untuk tetap eksis sampai saat ini tidak lain karena sifat mereka yang periang dan gemar bermain.

Bila Anda mengamati anak kucing yang bermain selama berjam-jam maka Anda akan melihat bahwa anak-anak kucing ini sepertinya tidak pernah lelah dalam mengejar bola, berlompat-lompatan dan berlari-larian di seluruh sudut rumah Anda dan hal ini seolah-olah mereka lakukan demi meemperoleh hadiah sebagai kucing tercepat. Hal yang paling menarik dari bermain bersama dengan anak kucing adalah bahwa Anda juga akan merasa terhibur atau gembira dengan permainan tersebut. Barangkali, anak kucing bermain tidak hanya untuk menghibur diri mereka sendiri tetapi juga untuk menghibur tuan mereka.

Apapun alasan mereka untuk senantiasa bermain, kucing akan senantiasa bermain sampai dengan mereka dewasa. Meskipun kucing Anda telah beranjak dewasa, dia akan tetap gemar bermain dengan Anda, dan tentunya Anda juga akan selalu senang untuk bermain bersama binatang kesayangan Anda tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelinci Flemish Giant

Jika pada posting sebelumnya membahasan Kelinci Ras Giant yang menggemaskan secara sekias, maka pada kali ini saya akan membahasa lebih jauh tentang Kelinci Ras Giant yaitu Flemish Giant, berikut ini pembasannya; Tentang Kelinci Flemish Giant. Kelinci flemish giant Hewan Peliharaan dengan bentuk punggung seperti “mandolin” , mulai dari punggung sampai pangkal ekor. Kelinci flemish giant salah satu jenis kelinci besar yang diakui ARBA. Bobot minimal untuk kelinci dewasa  usia lebih dari 8 bulanan sekitar 14 lb. Tubuh flemish giant panjang dan kuat dengan perkembangan otot yang kuat dimana bagian belakang harus lebar dan besar. Bulu kelinci flemish giant mengkilap, padat dan cerah. Jika bulunya dielus dengan arah terbalik yakni dari belakang kedepan maka akan posisi bulu akan kembali. Kelinci flemish giant memiliki tujuh warna yang diakui ARBA yaitu hitam, biru, cokelat, abu-abu terang, warna pasir, warna besi baja abu-abu dan putih. Warna yang populer adalah abu- abu pasir. Asal M...

Burung Jalak Bali

Jalak Bali yang bernama asli Curik Bali Sepintas penampilannya burung ini mirip dengan burung Jalak Putih dan burung Jalak Suren, Burung Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Mata burung Jalak Bali berwarna coklat tua, daerah sekitar kelopak mata tidak berbulu dengan warna biru tua, Burung Jalak Bali mempunyai jambul yang indah, baik pada jenis kelamin jantan maupun pada betina, Jalak Bali mempunyai kaki berwarna abu-abu biru dengan 4 jari jemari (1 ke belakang dan 3 ke depan), Paruh runcing dengan panjang 2 - 5 cm, dengan bentuk yang khas dimana pada bagian atasnya terdapat peninggian yang memipih tegak. Warna paruh abu-abu kehitaman dengan ujung berwarna kuning kecoklat-coklatan. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dengan nama lokal Curik Putih, merupakan  salah satu satwa yang terancam punah  dan endemik yang ada di Indonesia tepatnya di pulau Bali, dengan seb...

Sistem Pencernaan Marmut

Hewan Peliharaan marmut tergolong hewan herbivora (pemakan rumput) jelas memiliki perbedaan yang signifikan dengan sistem pencernaan hewan karnivora atau pun omnivora. Secara biologis hewan-hewan yang tergolong herbivora seperti kerbau, sapi, domba (kecuali marmut) digolongkan sebagai hewan ruminansia (memamahbiak). Marmut memiliki sistem pencernaan yang lebih panjang dan kompleks dibandingkan dengan hewan lainnya. Biasanya makanan hewan herbivora banyak yang mengandung selulosa yang bisa menyebabkan makanan tersebut sulit untuk dicerna oleh sistem pencernaan hewan lain, karena itu Sistem Pencernaan Marmut pun berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain. Salah satunya yakni terdapat pada gigi hewan ruminansia yang memiliki geraham belakang atau molar yang mempunyai ukuran besar yang berfungsi untuk mengunyah rerumputan sebagai makanan utama yang sulit dicerna atau makanan lainnya. Sistem Pencernaan Marmut Marmut memiliki perbedaan dengan sistem pencernaan hewan lainnya yang ditandak...