Langsung ke konten utama

Burung Tiung


Burung Tiung dikenali sebagai Gembala Kerbau, mempunyai ciri - ciri yang mudah dikenali dengan badan yang bewarna perang, kepala selubung hitam, dan tompok kuning dibelakang mata. Paruh dan kakinya adalah kuning terang. Terdapat tompok putih pada tepi utama ("outer primaries") dan alad sayap di bahagian bawah adalah bewarna putih. Bunyi burung Tiong Gembala Kerbau termasuk menguak, berketak, chirps, klik dan bersiul, dan ia sering mengepak bulunya dan mengangguk kepalanya ketika menyanyi.

Sebagaimana kebanyakan hewan peliharaan burung berkicau, burung Tiong Gembala Kerbau adalah maserba. Ia makan serangga, labah-labah ("arachnids"), krustaseans, reptilia, mamalia kecil, biji benih, bijirin, dan buah dan bahan buangan dari penempatan manusia. Ia mencari makan di tanah di celah rumput bagi serangga, dan terutamanya belalang, dari mana ia mendapat nama generik Acridotheres, "pemburu belalang". 

Burung Tiong Gembala Kerbau bersarang berkelompok sepanjang tahun, dalam satu kelompok seperti Jungle Mynas, Rosy Starlings, burung gagak, Jungle Crows, Cattle Egrets dan Rose-ringed Parakeet. Burung Tiong Gembala Kerbau dalam suku passerine ini biasanya terdapat di kawasan hutan terbuka, pertanian dan sekitar penempatan. Sungguhpun ia spesies yang mudah menyesuaikan diri, populasinya merosot teruk di Malaysia dan Singapura akibat saingan dari spesies sepupunya Javan Myna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Burung Jalak Bali

Jalak Bali yang bernama asli Curik Bali Sepintas penampilannya burung ini mirip dengan burung Jalak Putih dan burung Jalak Suren, Burung Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Mata burung Jalak Bali berwarna coklat tua, daerah sekitar kelopak mata tidak berbulu dengan warna biru tua, Burung Jalak Bali mempunyai jambul yang indah, baik pada jenis kelamin jantan maupun pada betina, Jalak Bali mempunyai kaki berwarna abu-abu biru dengan 4 jari jemari (1 ke belakang dan 3 ke depan), Paruh runcing dengan panjang 2 - 5 cm, dengan bentuk yang khas dimana pada bagian atasnya terdapat peninggian yang memipih tegak. Warna paruh abu-abu kehitaman dengan ujung berwarna kuning kecoklat-coklatan. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dengan nama lokal Curik Putih, merupakan  salah satu satwa yang terancam punah  dan endemik yang ada di Indonesia tepatnya di pulau Bali, dengan seb...