Langsung ke konten utama

Tips Menjaga Kesehatan Marmut


Saat ini, marmut populer menjadi Hewan Peliharaan di rumah. Tentu saja hal ini disebabkan oleh wajahnya yang imut membuat siapa saja ingin memeliharanya, terutama anak-anak. Namun, tetap saja jika ingin memelihara marmut harus ekstra hati-hati karena binatang ini dapat kabur jika tidak menyukai lingkungan barunya. Oleh karena itu, marmut harus dibiarkan terlebih dahulu agar dia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya tersebut.

Binatang penyuka sayuran ini juga sangat mudah kaget apalagi jika mendengar suara keras. Oleh karena itu, jika anda ingin berkomunikasi dengannya terlebih dahulu belailah dan ajaklah bicara dengan suara pelan dan lembut. Cara memegannya pun harus benar karena jika tidak, binatang bermata jernih ini akan menggigit.

Ternyata untuk menjaga kesehatannya, marmut juga memerlukan olahraga setiap hari. Lalu bagaimana cara membuat marmut berolahraga, kita cukup membuat rintangan dari pipa, batu bata, dan lain-lain sebagai wahana olah raga untuk marmut. Marmut sangat suka berlari-lari meloncati rintangan, bahkan ada juga marmut yang suka menyundul-nyundul bola kecil. Bulu marmut yang lembut dan panjang ternyata juga harus dirawat agar tidak mudah rontok.

Caranya dengan mengeramasi bulu marmut dengan shmpoo khusus. Kulit marmut pun perlu dijaga agar terawat kelembabpannya sehingga diperlukan shampo khusus untuk anak kucing, kuku marmut pun perlu diguntingi agar tidak terlalu panjang. Kegiatan mengguntingi kuku marmut dapat dilakukan satu bulan sekali agar marmut tidak kaget dan terbiasa.

Demikian lah Tips Menjaga Kesehatan Marmut dari saya semoga bermanfaat, dan selamat mencoba!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Burung Jalak Bali

Jalak Bali yang bernama asli Curik Bali Sepintas penampilannya burung ini mirip dengan burung Jalak Putih dan burung Jalak Suren, Burung Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Mata burung Jalak Bali berwarna coklat tua, daerah sekitar kelopak mata tidak berbulu dengan warna biru tua, Burung Jalak Bali mempunyai jambul yang indah, baik pada jenis kelamin jantan maupun pada betina, Jalak Bali mempunyai kaki berwarna abu-abu biru dengan 4 jari jemari (1 ke belakang dan 3 ke depan), Paruh runcing dengan panjang 2 - 5 cm, dengan bentuk yang khas dimana pada bagian atasnya terdapat peninggian yang memipih tegak. Warna paruh abu-abu kehitaman dengan ujung berwarna kuning kecoklat-coklatan. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dengan nama lokal Curik Putih, merupakan  salah satu satwa yang terancam punah  dan endemik yang ada di Indonesia tepatnya di pulau Bali, dengan seb...

Sistem Pencernaan Marmut

Hewan Peliharaan marmut tergolong hewan herbivora (pemakan rumput) jelas memiliki perbedaan yang signifikan dengan sistem pencernaan hewan karnivora atau pun omnivora. Secara biologis hewan-hewan yang tergolong herbivora seperti kerbau, sapi, domba (kecuali marmut) digolongkan sebagai hewan ruminansia (memamahbiak). Marmut memiliki sistem pencernaan yang lebih panjang dan kompleks dibandingkan dengan hewan lainnya. Biasanya makanan hewan herbivora banyak yang mengandung selulosa yang bisa menyebabkan makanan tersebut sulit untuk dicerna oleh sistem pencernaan hewan lain, karena itu Sistem Pencernaan Marmut pun berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain. Salah satunya yakni terdapat pada gigi hewan ruminansia yang memiliki geraham belakang atau molar yang mempunyai ukuran besar yang berfungsi untuk mengunyah rerumputan sebagai makanan utama yang sulit dicerna atau makanan lainnya. Sistem Pencernaan Marmut Marmut memiliki perbedaan dengan sistem pencernaan hewan lainnya yang ditandak...

Data Biologis Kelinci

Dari catatan sejarah, Hewan Peliharaan kelinci pertama kali dibawa ke tanah Jawa oleh orang-orang dari Belanda pada tahun 1835. Waktu itu, kelinci sudah jadi ternak hias. Di Indonesia, peternakan kelinci dibagi dua yaitu peternakan daging dan hias. Berikut Info Data Biologis Kelinci dan semoga info ini bermanfaat; 1.Masa hidup: 5 - 10 tahun 2.Masa produksi: 1 - 3 tahun 3.Masa bunting : 28-35 hari (rata-rata 29 - 31 hari) 4.Masa penyapihan : 6-8 minggu 5.Umur dewasa: 4-10 bulan 6.Umur dikawinkan: 6-12 bulan 7.Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah Anak disapih.[rujukan?] 8.Siklus kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting 9.Siklus berahi: Sekitar 2 minggu 10.Periode estrus : 11 - 15 hari 11.Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 - 13 jam kemudian) 12.Fertilitas: 1 - 2 jam sesudah kawin 13.Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor (rata-rata 6 - 8) 14.Volume darah: 40 ml/kg berat badan 15.Bobot dewasa: Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan...