Langsung ke konten utama

Karapan Marmut, Tradisi Sambut Musim Kemarau

PROBOLINGGO- Karapan Sapi sudah dikenal sebagai tradisi budaya Madura. Tapi bagaimana dengan Karapan Marmut?.

Karapan atau balapan marmut ini adalah salah satu tradisi warga Madura yang tinggal Probolinggo dalam menyambut datangnya musim kemarau.

Karapan Marmut sama seperti Karapan Sapi yang memiliki sirkuit atau arena balap dan joki, serta pengibar bendera untuk memulai balapan.

Dari dua marmut yang merupakan hewan peliharaan diperlombakan, yang paling cepat mencapai garis finish adalah pemenang dari Karapan Marmut.

Hanya saja, yang membedakannya adalah dalam Karapan Marmut, sang joki tidak menaiki marmut seperti Karapan Sapi. Sang joki berlari di belakang sambil memacu marmut dari belakang dengan rumbai rumba agar berlari kencang

Sirkuit atau arena balapan juga hanya berukuran 2 meter kali 50 meter saja, mengingat tubuh binatang ini berukuran kecil.

Dalam balapan kali ini, karapan dimenangkan tiga orang juaranya untuk mempereutkan sebuah televisi dan kambing.

Pemenang Karapan Marmut kali ini, Suharlan, mengungkapkan kemenangannya disebabkan marmut yang dimilikinya sudah disiapkan, diterapi, diberi ramuan, dan ilmu tenaga dalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Burung Jalak Bali

Jalak Bali yang bernama asli Curik Bali Sepintas penampilannya burung ini mirip dengan burung Jalak Putih dan burung Jalak Suren, Burung Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Mata burung Jalak Bali berwarna coklat tua, daerah sekitar kelopak mata tidak berbulu dengan warna biru tua, Burung Jalak Bali mempunyai jambul yang indah, baik pada jenis kelamin jantan maupun pada betina, Jalak Bali mempunyai kaki berwarna abu-abu biru dengan 4 jari jemari (1 ke belakang dan 3 ke depan), Paruh runcing dengan panjang 2 - 5 cm, dengan bentuk yang khas dimana pada bagian atasnya terdapat peninggian yang memipih tegak. Warna paruh abu-abu kehitaman dengan ujung berwarna kuning kecoklat-coklatan. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dengan nama lokal Curik Putih, merupakan  salah satu satwa yang terancam punah  dan endemik yang ada di Indonesia tepatnya di pulau Bali, dengan seb...